Donor Darah HIMA-TKA dan PMI kota Madiun

HIMA-TKA dan PMI Kota Madiun Selenggarakan Aksi Donor Darah Terbuka untuk Umum

Pada tanggal 13 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Teknik Perkeretaapian (HIMA-TKA) Politeknik Negeri Madiun bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun mengadakan kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini bertempat di Stasiun Program Studi Perkeretaapian, Gedung D Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, dan sukses menarik antusiasme dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar kampus. Dengan suasana yang tertib dan terorganisir dengan baik, kegiatan ini berlangsung aman dan lancar dari awal hingga akhir.

Aksi donor darah ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa terhadap sesama, khususnya dalam menjawab kebutuhan akan stok darah yang semakin meningkat di wilayah Madiun dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, puluhan peserta secara sukarela mendonorkan darahnya dengan penuh kesadaran akan pentingnya membantu sesama yang membutuhkan, terutama pasien di rumah sakit yang memerlukan transfusi darah secara rutin. Setiap pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh tim medis dari PMI sebelum melakukan proses pengambilan darah, guna memastikan keamanan dan kelayakan pendonoran.

Ketua HIMA-TKA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh himpunan sebagai bagian dari program kerja bidang sosial dan kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran dan budaya peduli terhadap sesama di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan kemanusiaan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mempererat hubungan antara sivitas akademika dengan masyarakat luas.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi dari nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan dalam kehidupan kampus, di mana mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial. Dengan semangat kebersamaan dan semangat membantu sesama, HIMA-TKA berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara konsisten dan berkembang dalam skala yang lebih besar di masa mendatang, serta mampu menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk ikut ambil bagian dalam aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top